.
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label artikelku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikelku. Tampilkan semua postingan

Variasi Stroke/Taktik Permainan

Diposting oleh fridotyas-blog Jumat, 03 Desember 2010


Setelah kita telah berhasil menguasai cara memegang raket, menguasai footwork, dan seluruh teknik dasar (basic stroke) dengan baik, maka tahapan selanjutnya adalah membuat variasi pukulan. Dengan kata lain, pada satu jenis posisi yang baik dapat melakukan beberapa pilihan pukulan. Misalnya pukulan overhead, selain lob dengan sedikit mengubah grip dan arah raket/putaran raket, bisa melakukan pada posisi underhand (ke arah belakang) yang baik, selain melakukan netting bisa juga melakukan flick (pukulan datar). Penguasaan pukulan dasar dan variasi akan terasa sekali manfaatnya pada saat mulai bermain dalam game (hitungan). Berpikirlah menggunakan taktik apa agar bisa mematikan lawan dan memenangkan pertandingan. Berikut adalah beberapa tips dan taktik permainan:
Tunggal
Pada permainan Tunggal, bisa dikatakan bahwa pemain berada di atas angin apabila selalu bisa: 1. Melakukan pukulan dengan posisi selalu berada di belakang bola. 2. Sudah berada di tengah lapangan sebelum lawan memukul bola. 3. Sebaliknya berusaha untuk cepat berada pada posisi memukul sebelum lawan kembali ke tengah. ~Dalam posisi ini artinya siap melakukan serangan yang mematikan~
Untuk bisa melakukan ketiga hal di atas, Pemain harus memillki footwork yang teratur dan cepat. Dan gerakan-gerakan yang cepat itu bisa berlangsung untuk jangka waktu yang lama, yang oleh karena itu diperlukan stamina yang memadai. Karenanya, footwork yang cepat, teratur, dan stamina yang kuat menjadi faktor yang dominan diperlukan seorang pemain Tunggal.
Ganda
Permainan Ganda memiliki tuntutan yang agak berbeda dengan Tunggal. Seorang pemain yang footwork-nya kurang baik tetapi memiliki kecepatan dan reflek pukulan serta power yang besar, bisa menjadi pemain Ganda yang baik.
Walaupun penguasaan pukulan dasarnya sama dengan Tunggal, tetapi seorang pemain Tunggal yang baik belum tentu bisa menjadi pemain Ganda yang baik. Karena permainan Ganda memiliki jenis pukulan yang khusus. Pukulan cepat seperti drive, smash, return smash, serve, dan wiping (menyapu) adalah jenis pukulan yang wajib dan harus dipahami dengan terampil.
Dalam permainan Ganda ada filosofi yang berbunyi Siapa yang bisa menyerang lebih dahulu dialah yang akan menang. Filosofi Ini rata-rata dipegang oleh setiap pemain Ganda. Ini terlihat dalam karakter permainan Ganda sekarang ini yang menganggap bahwa pertahanan yang baik adalah dengan menyerang!
Selain itu Ganda adalah permainan yang mengandalkan kerja sama. Pukulan harus dirancang sedemikian rupa, kemudian mematikan lawan dengan pukulan hasil kerja sama.
Source : Daniawan.Wordpress.com

Pukulan Backhand Overhead

Diposting oleh fridotyas-blog

Pukulan ini bisa dikategorikan paling sulit, terutama bagi pemain pemula. Karena secara biomekanik teknik pukulan ini selain menuntut koordinasi anggota badan yang sempurna, juga penguasaan grip dan timing yang tepat.

Tanpa ketiga hal tersebut, tenaga besar sekalipun tidak bisa menghasilkan kualitas pukulan yang baik.
Hal yang Perlu Diperhatikan :
1.Lakukan posisi slap dengan posisi raket di tangan.
2.Putar badan, dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang kiri. Lutut dan siku kanan agak bengkok.
3.Rangkaian memukul mulai dari mengayunkan raket (siku ke dekat ketiak) dorong dengan pinggang dan siku menjadi lurus. Gerakan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan.
4.Cara kedua, rangkaian pukulan di atas (No.3) bisa dilakukan sambil melangkahkan kaki kanan, lalu ayun raket. Kaki kanan sudah mendarat pada saat bola dipukul.
Cara Latihan :
Latih dahulu gerakan tanpa bola . Untuk mempermudah bisa digunakan alat bantu, yaitu gantungkan kok setinggi timing seorang atlit.
(Sumber: "PEDOMAN PRAKTIS BERMAIN BULUTANGKIS", Oleh: PB PBSI)

Pukulan Netting

Diposting oleh fridotyas-blog

href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CToshiba%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping">


Adalah pukulan yang dilakukan dekat net, diarahkan sedekat mungkin ke net, dipukul dengan sentuhan tenaga halus sekali. Pukulan netting yang baik yakni apabila bolanya dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net.

Karakteristik teknik dasar ini adalah kok senantiasa jatuh bergulir sedekat mungkin dengan jaring/net di daerah lapangan lawan. Koordinasi gerak kaki, lengan, keseimbangan tubuh, posisi raket dan kok saat perkenaan, serta daya konsentrasi adalah faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pukulan ini.
Pegang raket dengan jari-jari tangan (ruas jari tangan), pergelangan tangan tetap rileks, posisi kepala (daun) raket sejajar dengan Iantai pada saat perkenaan raket dan kok yang harus diperhatikan selama proses pukulan jaring berlangsung. Di samping itu sikap dan posisi kaki tumpu harus tetap kokoh menapak di Iantai, dengan lutut kanan dibengkokkan, sehingga tidak terjadi gerakan tambahan yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh.
Hal yang perlu diperhatikan :
1.Pegangan raket forehand untuk forehand net dan backhand untuk backhand samping net.
2.Siku agak bengkok dan pergelangan ditekuk sedkit ke belakang.
3.Pada saat memukul, kaki kanan berada di depan dan bola dipukul pada posisi setinggi mungkin.
4.Sesaat sebelum perkenaan bola, buat tarikan kecil dan pergelangan tangan. Pukul bola pada bagian lengkung kanan dan kiri sampai pada bagian bawah bola. Akhir kepala raket menghadap atau sejajar dengan langit-langit.
Cara Latihan :
1.Berdiri kira-kira dua langkah dari jaring sambil memegang raket.
2.Penyaji melemparkan kok berturut-turut ke daerah jaring dan Anda berusaha memukul kok itu.
3.Lakukan latihan ini di sisi kanan dan kiri secara bergantian.
4.Tingkatkan faktor intensitas dan kesulitan latihan dengan cara sambil bergerak.
5.Arah dan sasaran pukulan dapat berbentuk lurus, silang atau dengan cara mendorong kok itu ke berbagai arah.
(Sumber: "PEDOMAN PRAKTIS BERMAIN BULUTANGKIS", Oleh: PB PBSI)

Catatan Penting dalam Bulutangkis

Diposting oleh fridotyas-blog


Peristiwa apa yang paling menggemparkan dunia bulutangkis? Jawabnya adalah kejadian dalam Pekan Olahraga Kekuatan Baru Ganefo-Games of the Emerging Forces pada tahun 1963 di Jakarta, ketika tim bulutangkis Tiongkok kali pertama mengalahkan tim Indonesia yang pernah merebut gelar juara dunia, dan menyingkirkan Eropa Utara dengan angka 34 lawan 0.
 
Jika sudah dirilis September 2009 nanti, film Tan Joe Hok bakal menjadi biopic atau biographical pictures alias film biografi yang bertemakan olahraga (bulutangkis) pertama dan satu-satunya di dunia..
Klub Pusaka Jakarta, klub bulutangkis tempat berlatih Tan Joe Hok dan Tutang Djamaluddin, di tahun 1950-an, kini sudah berubah jadi tempat pemotongan ayam.
Bulutangkis atau badminton adalah satu-satunya olahraga menggunakan raket di dunia yang bolanya terbuat dari bulu unggas.
Walaupun sudah melalui proses kualifikasi di setiap zona di seluruh dunia, namun negara-negara seperti Cina, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Malaysia, Denmark, dan Swedia yang selalu menjadi peserta "tetap" kejuaraan Piala Thomas dan Uber dari tahun ke tahun.
Ketua Komunitas Bulutangkis Indonesia (KBI) Tan Joe Hok, didampingi sejumlah atlet dan mantan atlet bulutangkis seperti Liem Swie King, Ivana Lie, dan Verawati Fadjrin, pernah menghadap Ketua MPR Amien Rais untuk meminta pemerintah mencabut peraturan yang mewajibkan warga keturunan mendapat Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI). Akhirnya, menjelang Imlek 2003, aturan itu benar-benar dicabut.

Sumber : Buku Pintar Bulutangkis. perpustakaan sman gaul

Sejarah Bulutangkis Di Asia

Diposting oleh fridotyas-blog


Abad ke - 19, ketika Inggris mengolonisasi negara-negara di Asia, seperti Jepang, Republik Rakyat China, dan Siam (Thailand), maka para tentara Britania itu rupanya turut menularkan olahraga bulutangkis. Namun, pada masa itu permainan bulutangkis belum dimainkan dengan cara satu lawan satu, dan belum ditambahi jaring / net. Tapi, seiring waktu berjalan permainan bulutangkis mulai berkembang sehingga cara permainannya bertambah dengan dipasangi jaring / net, permainannya juga bisa dimainkan untuk dua orang saling dibuat berlawanan.

Catatan sejarah yang lain, juga mengatakan, olahraga bulutangkis berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu. Selain disebut berasal dari negara yang memiliki bangunan Piramida tersebut, India dan Tiongkok juga disebut sebagai salah satu negara asalnya. Pada masa kuno itu, bulutangkis yang dimainkan dengan kok tanpa raket dan jaring ini justru menggunakan kaki dengan pola permainan bola kok jangan sampai menyentuh tanah.

Sumber : Buku Pintar Bulutangkis.

Perjalanan Raket Dari Masa Ke Masa

Diposting oleh fridotyas-blog


Sejalan dengan proses perubahan jaman kuno ke modern, segala hal yang berkaitan dengan permainan bulutangkis juga turut berubah. Apabila dulu raket yang digunakan sebagai alat utama bermain bulutangkis dibuat dari bahan kayu, maka seiring perubahannya tersebut raket dibuat dengan bahan aluminium (logam ringan).

Setelah dari alumium, bahan untuk membuat raket masih terus mengalami perkembangan. Bahkan sekarang ini, para atlit profesional umumnya menggunakan raket yang berbahan komposi serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, serta memberikan perpindahan energi kinetik yang hebat.

Seperti beberapa jenis raket berserat karbon yang dimiliki oleh Yonex (merk raket kelas dunia), adalah Carbonex 30 Muscle memiliki ukuran weight 3U(85.0-89.9g), 2U(90.0-94.9g), dengan grip size (G4, 5 dan G3, 4, 5), Carbonex 21 memiliki ukuran weight 2U(90.0-94.9g) dengan grip size (G3,4,5), dan Carbonex 20 memiliki ukuran weight 3U(85.0-89.9g), 2U(90.0-94.9g) dengan grip size (G4,5 dan G3,4,5).

sumber :  bulutangkis.com

Sejarah Piala Thomas

Diposting oleh fridotyas-blog



Ada banyak piala yang bisa diperebutkan oleh para olahragawan bulutangkis alias badminton. Salah satu piala bergengsi yang diperebutkan tersebut adalah Thomas Cup. Penghargaan ini bermula ketika Sir George Alan Thomas mendonasikan Thomas Cup, penghargaan yang diberikan pada Kejuaraan Bulutangkis Internasional untuk regu tim bulutangkis pria.

Sir George Alan Thomas sendiri sebenarnya adalah pemain tenis dan catur yang berubah haluan ke bulutangkis. Sebagai pemain catur ia pernah merebut posisi pertama pada turnamen ternama Hastings 1943. Sebagai pemain tenis, ia pernah bermain pada kejuaraan tenis ternama Wimbledon, pada tahun 1919-1926, meskipun hanya sampai semi final.

Ketika berpindah haluan ke badminton, Thomas menjadi pemain bulutangkis tersukses di All England Open Badminton Championships dengan 21 gelar pada rentang waktu 1906-1928. Empat titel di antaranya ia dapatkan pada tunggal pria, sembilan ia dapatkan di ganda putra, dan delapan di antaranya ia dapatkan pada ganda campuran. Thomas juga merupakan presiden pertama di IBF (International Badminton Federation).
Sejak tahun 1949, Thomas Cup menjadi kompetisi kejuaraan tim pria yang diperebutkan atlet dunia, mirip seperti Davis Cup di dunia tenis. Awalnya, Thomas Cup diperebutkan setiap tiga tahun sekali. Akan tetapi, sejak tahun 1982, kejuaraan internasional beregu diselenggarakan setiap dua tahun.

Piala yang diperebutkan di ajang Thomas Cup dibuat oleh pengrajin perak bernama Atkin Bros di London. Piala setinggi 28 inci itu terdiri dari pilar, mangkuk, dan penutup mangkuk. Di atas penutup mangkuk terdapat sebentuk pemain bulutangkis. Di balik mangkuk dan pilarnya, terdapat nama pemenang. Dari tahun 1949 – 2006, Indonesia tercatat telah merebut Thomas Cup sampai 14 kali (1958, 1961, 1964, 1867, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002).

Pada tahun 1994, Uber Cup dan Thomas Cup berhasil diraih oleh Indonesia. Tim Piala Thomas 1994 adalah Joko Suprianto, Hariyanto Arbi, Ardy B Wiranata, Hermawan Susanto, Ricky Subagdja, Rexy Mainaky, Bambang Suprianto, Gunawan, dan Deny Kantono.

List lengkap pemenang Thomas Cup, dapat dilihat di
http://www.badmintonplanet.com/cgi-bin/playbetter/bpthomasuber.html.


Yonex-Sunrise Badminton Asia Junior Championships akan diselenggarakan di Stadium Juara, Bukit Kiara, Kuala Lumpur. Dengan pertandingan ini, Malaysia menjadi tuan rumah untuk yang kedua kalinya. Ajang pertarungan antar pebulutangkis junior se-Asia ini berlangsung dari 15 Juli 2007 sampai dengan 22 Juli 2007. Kejuaraan tim bulutangkis campuran yang berusia di bawah 19 tahun, akan diadakan dari tanggal 15 - 18 Juli 2007 dan akan segera diikuti oleh kejuaraan individu berusia di bawah 19 tahun dari tanggal 18 - 22 Juli 2007.

Karen Koh, salah satu pihak berwenang BAC mengumumkan bahwa kejuaraan internasional ini akan dihadiri oleh 27 negara. 21 negara dalam ajang bulutangkis beregu campuran, dan 27 negara akan berpartisipasi dalam ajang individu. Yonex-Sunrise Badminton Asia Junior Championships pertama kali diadakan pada tahun 2001 di Manila.

Ketika diperkenalkan pertama kali, Yonex-Sunrise Badminton Asia Junior Championships sebenarnya adalah pertandingan khusus untuk individu, bukan pertandingan beregu, bagi pebulutangkis yang usianya masih di bawah 19 tahun. Atas permintaan anggota Badminton Asia Confederation (BAC), kali kedua ajang internasional ini diselenggarakan, diadakanlah pertadingan untuk regu bulutangkis putra dan regu bulutangkis putri. Pertandingan beregu ini merupakan ajang tambahan selain ajang individu tersebut.
Pertandingan beregu ini rupanya memiliki kelemahan tersendiri, sebab beberapa negara kesulitan membentuk tim putri, sehubungan dengan kurangnya pebulutangkis putri yang berkelas internasional. Dari sinilah lahir sebuah ide kompetisi beregu campuran. Format ini sama seperti format beregu campuran yang digunakan pada piala Sudirman.

Ajang beregu campuran merupakan sebuah tim yang terdiri dari tunggal putri, tunggal putra, sepasang ganda putra, sepasang ganda putri, dan sepasang ganda campuran yang berasal dari satu negara. Seorang pebulutangkis dilarang bermain di lebih dari dua pertandingan, misal: seorang tunggal putri tidak boleh merangkap bertanding di ganda putri dan ganda campuran sekaligus. Tim campuran ini akan berhadapan dengan tim campuran lainnya. Kemenangan sebuah tim tergantung berapa banyak dari anggota tim yang mampu mendapatkan kemenangan ketika berhadapan dengan tim lain. Itu artinya, yang memperoleh kemenangan minimal 3 partai, itulah tim yang menang.

Untuk ajang kejuaraan individual, tiap negara boleh memasukan 4 orang tunggal putra, 4 orang tunggal putri, 2 pasang ganda putra, 2 pasang ganda putri, dan empat pasang ganda campuran. Sistem kemenangan pertandingan individu tergantung performa masing-masing, bukan performa pebulutangkis lain yang masih satu negara dengannya.

Awalnya, Yonex-Sunrise Badminton Asia Junior Championships 2007 akan diselenggarakan di Kuala Lumpur Badminton Stadium (KLBA), namun, Badminton Association of Malaysia (BAM) memindahkan ajang ini ke Stadium Juara dalam rangka mempromosikan stadium tersebut. Perpindahan ke stadium yang berkapasitas 1000 penonton itu telah disetujui oleh BAC pada hari Senin, 9 Juli 2007. Ini adalah kejuaraan internasional pertama yang pernah diselenggarakan di Stadium Juara.

Sumber : www.badmintonasia.org/

6 langkah mencegah cidra bermain bulutangkis

Diposting oleh fridotyas-blog Kamis, 02 Desember 2010

1. Pemanasan
2. Sepatu bulutangkis
3. Kondisi lapangan bulutangkis
4. Gerakan tubuh
5. Permainan ganda. hati-hati dengan raket teman
6. Peregangan

Lirik Avenged Sevenfold - Dear God

Diposting oleh fridotyas-blog

DSDDHA

UMUM

Diposting oleh fridotyas-blog Sabtu, 27 November 2010

Sejarah Bulutangkis Di Asia
Abad ke - 19, ketika Inggris mengolonisasi negara-negara di Asia, seperti Jepang, Republik Rakyat China, dan Siam (Thailand), maka para tentara Britania itu rupanya turut menularkan olahraga bulutangkis. Namun, pada masa itu permainan bulutangkis belum dimainkan dengan cara satu lawan satu, dan belum ditambahi jaring / net. Tapi, seiring waktu berjalan permainan bulutangkis mulai berkembang sehingga cara permainannya bertambah dengan dipasangi jaring / net, permainannya juga bisa dimainkan untuk dua orang saling dibuat berlawanan.
Catatan sejarah yang lain, juga mengatakan, olahraga bulutangkis berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu. Selain disebut berasal dari negara yang memiliki bangunan Piramida tersebut, India dan Tiongkok juga disebut sebagai salah satu negara asalnya. Pada masa kuno itu, bulutangkis yang dimainkan dengan kok tanpa raket dan jaring ini justru menggunakan kaki dengan pola permainan bola kok jangan sampai menyentuh tanah


Tegal Pengekspor Shuttle Cock Dunia
Hasil kerja dari home industri di kota Tegal - Jawa Tengah, mampu menghasilkan bola bulutangkis (shuttle cock) dengan kualitas kelas dunia. IBF (International Badminton Federation) mencatat tiga merek bola kok dari sana seperti Garuda, Gajah Mada, dan Sinar Mutiara, berhak menerima standart sertifikat kelayakan internasional.
Di kota yang beribukota di Slawi ini, bola kok berkualitas kelas dunia yang dihasilkan tersebut berbahan dari bulu itik Manila (entok). Berbeda dengan produk dari daerah lain yang umumnya menggunakan bahan dasar dari bulu ayam.
Bila bahan-bahan seperti bulu itik Manila yang berkualitas, dijadikan rangkaian bahan membuat kok, oleh rumah industri di Tegal didatangkan dari lokal. Maka bahan berkualitas lainnya yang juga dipilih khusus, seperti lem dan gabus didatangkan tidak dari lokal tetapi dari negara Thailand dan Korea Selatan.
Usaha home industri bola bulutangkis yang tersebar di kota Tegal tersebut banyak dijumpai di kecamatan Tegal Timur dan Tegal Selatan.

Memoar Indonesia Grand Prix Gold : Kapan Lagi?
Timpakul, Maskot Turnamen
Stadion Palaran sontak menjadi pusat gravitasi para penghuni Kota Samarinda. Selang wantu antara tanggal 12-17 Oktober, sebagian dari mereka berkunjung setiap hari. Mengunjungi stadion kebanggaan masyarakat kota tepian sungai Mahakam itu untuk menyaksikan laga bulutangkis dunia.

Tak peduli berapa rupiah yang harus mereka rogoh dari saku masing-masing, untuk mendapat selembar tiket yang mengesahkan kehadiran mereka di bangku tribun stadion. Sesuatu yang unik pun terjadi, memang tak ada calo, tapi tahukah anda, bahwa di Palaran ini tiket sudah dijual sejak hari pertama? Ya, hari pertama. Saat babak kualifikasi saja, panitia telah membandrol seharga Rp 50.000 per lembar. Harga itu berlaku hingga perempat final, sedangkan di semifinal dan final panitia membandrol tiket di angka Rp 100.000.

Jarangnya event besar di kota tersebut, membuat para penonton tak segan untuk mengeluarkan rupiah. Seorang penonton bermana Septy pun tak luput untuk terus merogoh koceknya. Ia mengakui hingga semifinal ia telah menghabiskan Rp 250.000, hanya untuk tiket. Ini artinya ia tak pernah absen menonton sejak hari pertama,

“Kapan lagi ada acara seperti ini. uang yang dikeluarkan tak seberapa, dibanding dengan pertandingan yang bisa di tonton langsung,” tuturnya.

Kota dengan UMR sekitar Rp 800.000 ini memang memiliki biaya hidup yang tinggi. Satu kali naik angkutan umum, yang disana disebut sebagai taksi, adalah Rp 3.000. Tidak peduli sedekat apa anda menggunakan “taksi” itu, anda harus tetap membayar Rp 3.000 mungkin seperti kopaja di ibukota, jauh dekat satu harga.

Comment Wall Pada Turnamen Indonesian Grand Prix Gold 2010Lain halnya dengan remaja-remaja tanggung, yang rela menunggu berjam-jam di depan hotel untuk bisa mendapatkan foto bersama atlet. Segerombolan gadis muda, rela menunggu hingga pukul 22.00 WITA untuk menunggu Taufik Hidayat yang tak kunjung datang. Sang idola pun baru tiba di hotel sekitar pukul 23.00. Saat disampaikan bahwa beberapa penggemarnya menunggunya, sang idola hanya tersenyum dan berujar,

“Masa sih? Emang pada nggak ngantuk ya,” kelakarnya.

Tapi di malam sebelumnya, segerombolan remaja berhasil mendapatkan foto bersama Aa Opik, panggilan akrab Taufik. Mereka pun langsung membubarkan diri setelah berhasil mendapat foto bersama. Sebut saja Indah, salah satu mahasiswa yang “nangkring” di lobby hotel. Ia memang tak sempat ke Palaran karena studinya, tetapi ia rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk sekedar foto. Lagi-lagi komentarnya sama, “Kapan lagi?”


Jalan Berliku Menuju Samarinda
courtesey : Dinas Pariwisata & Kebudayaan
Samarinda – Jika anda ingin berangkat dari Jakarta menuju Samarinda, anda harus siap dengan perjalanan yang melelahkan. Hal ini akan mulai dari anda menunggu di bandara untuk boarding dan take off pesawat, kemudian anda pun akan menghabiskan idelnya 110 menit di pesawat untuk bisa tiba di bandara Sepinggan Balikpapan. Ini artinya, anda tidak bisa langsung menuju Samarinda, dan artinya juga anda akan menempuh perjalanan darat selama dua sampai tiga jam.

Anda akan takjub melihat pemandangan di sekitar anda, dimana kiri kanan anda hanya ada bukit dan pohon. Mungkin anda pun malah akan berfikir jika Samarinda ini adalah sebuah kota di tengah hutan. Jalur puncak, tak akan apa-apanya jika anda melalui jalur Balikpapan – Samarinda.

Di tengah perjalanan, anda akan menemui sebuah bukit yang dinamakan bukit Soeharto. Konon katanya bukit ini dulu memang dimiliki si pemilik nama, makanya dinamakan demikian. Setelah melalui bukit Soeharto, anda akan melalui perkampungan Suku Bugis, para transmigran dari Pulau Jawa. Rumah sederhana, tapi jangan kaget, di halaman rumah mereka terpasang antena parabola.

GOR Palaran sendiri terletak di pinggir kota Samarinda. Dari hotel tempat saya menginap, saya harus menempuh perjalanan selama 30 hingga 40 menit di kota yang tidak terlalu macet ini. Sebagian besar atlet yang tampil mun mengeluhkan perjalanan yang panjang ini. Tak terkecuali sang juara Tunggal Putri, Ratchanok Inthanon.

“Tempatnya jauh, saya sangat lelah,” ucapnya.

Apalagi dia juga tak jarang harus melakoni partai tiga game untuk menundukkan lawan-lawannya. Bahkan para punggawa Pelatnas pun berkomentar seiring.
“Jalannya parah,” ucap Muhammad Rijal.

Belum lagi fasilitas listrik di salah satu pulau penghasil energy terbesar ini. Bahkan kami para wartawan diperingatkan oleh panitia setempat untuk memberitahukan jika listrik mati.

“Jika listrik mati, tolong diberitahukan kepada kami, akan kami siapkan listrik cadangan,” ucap salah satu panitia.

Satu hal lagi, di dalam stadion anda bisa menemukan pertandingan kelas dunia. Di halaman stadion, saat menjelang malam hingga hari gelap, anda akan menemukan pasar malam. Jika biasanya yang dijual hanya pernak pernik seputar bulutangkis, tapi tidak di Palaran ini. Panggung hiburan dan band tidak ketinggalan ditambah dengan penjual cenderamata, amplang bahkan azimat, ditambah ada permainan sling shot di ujung tempat pameran. Sebuah perjalanan yang tak akan bisa dilupakan siapapun, mungkin Lin Dan akan sedikit kecewa karena tidak turut merasakan berlikunya jalan menuju Samarinda.


Jenna Gozali, Pemain Ganda Putri Masa Depan
jenna gozali
Nama Jenna Gozali melejit akhir-akhir ini. Deretan prestasi yang diraihnya membuat ia mampu menembus peringkat 100an dunia ganda putri. Jenna yang tergolong baru di pelatnas mampu menyalib meninggalkan rekannya yang lebih dulu masuk di pelatnas pratama. Kebijaksanaan pelatnas yang mengirimkan pemain pratama mengikuti Sirkuit Nasional (Sirnas) membuat kemampuanya semakin terasah. Di ajang nasional, pasangan ini selalu berada di babak puncak. Tampil perdana pada Sirnas Jakarta bulan mei 2010 bersama Variella Aprilsasi Putri Lejarsari, Jenna langsung merebut gelar juara. Di semifinal keduanya bahkan membuat kejutan dengan menundukkan unggulan utama yang juga merupakan langganan juara Sirnas dan mantan pemain pelatnas, Devi Tika Permatasari/Nadya Melati. Di Sirnas Jawa Barat 2010, pasangan yang sama sekali tidak diunggulkan ini  kembali membungkam pasangan yang sama di babak kedua. Sayangnya pasangan pelatnas lainnya Dwi Agustiawati/Ayu Rahmasari menggagalkan ambisinya untuk meraih gelar juara. Mereka pun harus puas dengan hanya menjadi runner up. Di beberapa turnamen Sirnas lainnya pasangan ini tak pernah terlempar dari babak semifinal. Di Sirnas Tegal 2010 pasangan ini hanya menjadi semifinalis sementara di Sirnas Bali 2010 mereka menjadi runner up.

jenna gozaliDi paruh tahun 2010 ini, empat kali mereka mencicipi turnamen Internasional dengan hasil tak mengecewakan. Di India open Grand Prix Gold 2010 yang dilaksanakan pada bulan juli lalu, mereka mampu menjadi perempat finalis dan hanya kalah di tangan pasangan India yang menjadi unggulan kedua Ponnappa Ashwini/Gutta Jwala. Meski kalah, unggulan kedua ini berhasil dipaksa bermain rubber set. Di turnamen Li Ning Singapore International Series 2010 pasangan ini mampu berbicara hingga partai puncak. Sayangnya di babak final mereka menyerah dari pasangan Korea Selatan Yim Jae Eun/Lee Se Rang dengan 19-21, 12-21. Pada turnamen Sunkist Indonesia International Challende Indocock Djarum Open 2010 yang dilangsungkan di Jakarta, mereka hanya menjadi semifinalis. Namun kejutan mampu di ciptakannya saat menjamu unggulan utama asal Jepang. Miki Yuriko/Yonemoto Koharu di kalahkannya di babak kedua dengan 19-21, 21-19, 21-13. Jenna/Variella hanya kalah dari sang juara, Suci Rizki Andiri/Della Destiara Haris. Satu-satunya kegagalan menjadi pemain yang mampu berada di barisan babak utama di alami mereka saat turnamen Djarum Indonesia Open Super Series 2010. Ketika itu mereka menyerah dari pasangan yang lebih lama menghuni pelatnas Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah pada babak final kualifikasi.

Awal tahun 2010, peringkat Jenna Gozali di ganda putri masih berada pada 167 dunia. Memasuki minggu ke 33, peringkatnya menembus 100an dunia. Saat ini berpasangan dengan Variella, bertengger di peringkat 87 dunia.

Dengan umur yang relatif masih muda, serta kemampuan teknik yang mencukupi, harapan Indonesia untuk memunculkan pemain handal di ganda putri ada pada Jenna Gozali. Kita harapkan. (AR).


Bayu Pulang Dengan Kepala Tegak
Bayu Anggriawan Saputra
Memoar Audisi PB Djarum 2010

Kudus – Pupus sudah harapan Bayu Anggriawan Saputra untuk bisa bergabung bersama PB Djarum, dan mendapatkan beasiswa bulutangkis. Namanya tak lagi ada di daftar pengumuman peserta yang berhak untuk mengikuti masa karantina.

"Tidak apa-apa, saya akan tetap berlatih, dan semoga bisa kembali tahun depan," paparnya saat dihubungi via telepon.

Usai sudah perjuangan bocah asal Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ini. Ada nada kekecewaan dari suaranya di saluran telepon, namun saya yakin ia bukan seorang pejuang yang pantang menyerah. Saat berjumpa dengannya, saya melihat ada tekad dan keinginan besar di balik matanya untuk mewujudkan cita-citanya.

Ya, ia bercerita ingin bisa bermain di kancah internasional, menjadi kebanggaan keluarganya, warga Luwuk bahkan warga Indonesia. Empat hari perjalanan, menginap di pos satpam, dan akhirnya bernaung disebuah kost-kostan sederhana di sekitar GOR Jati, Bayu lakoni demi audisi.

Ia tak bermewah-mewah, ia datang berdua bersama sang ayah, Agus Muchtar. Agus berujar bahwa ia menabung satu tahun untuk bisa datang ke Kudus. Bayu memang tidak datang dari keluarga mapan. Ia datang dari keluarga sederhana, dengan sang ayah yang menjadi supir angkutan umum dan sang ibu yang sedikit-sedikit membantu dengan berjualan barang seadanya.
Bayu Anggriwan Saputra
Biaya sehari-hari selama audisi pun sebisa mungkin mereka hemat. Mereka makan sepiring berdua di warung nasi yang tak jauh dari tempat kost, dimana biasanya Bayu makan terlebih dahulu, dan jika ia sudah kenyang, sang ayah meneruskan makanan Bayu, “Biar hemat,” papar sang ayah.

Mereka pun hanya mengandalkan sepasang sepatu dan sandal yang ada di kaki mereka untuk transportasi. Meski ada banyak becak, mereka memilih untuk menempuh perjalanan selama 15 hingga 20 menit, agar mereka tak banyak mengeluarkan biaya.

Kadang Bayu terlihat minder bila ia bercengkrama dengan peserta lain. Kadang ia malah hanya terdiam, atau hanya mengobrol dengan sang ayah. Tak banyak yang ia lakukan. Tapi Bayu tetap galak di lapangan, di tahap pertama, tahap kedua, tahap ketiga, dan tahap tes fisik.

Begitulah sebuah pertandingan dan kompetisi. Harus ada yang menang dan harus ada yang pulang. Kali ini Bayu harus puas sampai tahap empat dan pulang kembali ke Luwuk, rumahnya dan keluarganya. Mungkin ini memang bukan jalan yang terbaik baginya, tapi saya percaya, Bayu tidak akan menyerah hanya karena satu kegagalan. Saya pribadi akan selalu mendoakan Bayu, meskipun saya tak banyak mengenal dia. Tiga hari audisi proses audisi yang melelahkan, akan bermanfaat baginya dan menjadi pengalaman berharga untuknya. Selamat jalan Bayu, salam untuk keluarga di Luwuk, dan teruslah berlatih! (IR).

Julukan Para Atlet Badminton

Diposting oleh fridotyas-blog Kamis, 25 November 2010


>Liem swie king=king smash

>Hariyanto arbi=smash 100 watt

>Lin dan=super dan

>Lee yong dae=the golden boy

>Tine rasmunssen=ratu eropa

>Wong mew choo=ratu asia tenggara

>Markis kido=muka berambisi

>Susy susanti=super susy/diesel

>Xie xingfang=si kaki model

>Taufik hidayat=the flamboyan

>Maria kristin=the nice ice/the queen of 3 games ( yaiyalah!!!!!!)

>Fung permadi=si jangkung

>Eddy hartono=si kempong

>Simon santoso=muka cuek tapi imut (masak sih????)

>Gao ling=si muka senyum

>Hendra setiawan=jangkis

>Lee cong wei=raja asia tenggara/muka bloon (puollll)

>Sony dwi kuncoro=muka melas(tpi ttp keren)

>Greysia polii=atlet terstylist

>Vita marissa=lokomotif tim uber ina

>Liliyana natsir=si tomboy jutek(andai dia cowok)

>Mia audina n Christian hadinata=bola karet

>Simon santoso n Maria kristin=si muka tanpa ekspresi (cocok!)

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
-Rudy hartono

-Liem swie king

-Tjun Tjun

-Johan Wahjudi

-Christian hadinata

-Ade Tjandra

-Iie Sumirat

tergabung dalam THE SEVEN MANIFICIENT(wuih mantap man)

>Atlet bulutangkis indonesia=THE GOLD OLYMPIC HEROES(salut bgt)


nb:beh keren-kerenn bgt dah pebulutangkis julukannya,tpi seiring berjalannya waktu pasti julukan itu akan berubah...
Sumber.www.bulutangkis.com

Biografi Atlit Nasional Berprestasi Internasional

Diposting oleh fridotyas-blog Rabu, 24 November 2010

1. Lim Swie King

Liem Swie King, (Kudus, 28 Februari 1956) adalah seorang pemain bulutangkis yang dulu selalu menjadi buah bibir sejak dia mampu menantang Rudy Hartono di final All England tahun 1976 dalam usianya yang ke-20. Kemudian Swie King menjadi pewaris kejayaan Rudy di kejuaraan paling bergengsi saat itu
Mulai bermain bulu tangkis sejak kecil atas dorongan orangtuanya di kota kelahiran Kudus, Swie King yang lahir 28 Februari 1956 akhirnya masuk ke dalam klub PB Djarum yang banyak melahirkan para pemain nasional.

Usai menang di Pekan Olahraga Nasional saat berusia 17 tahun, akhir 1973, Liem Swie King direkrut masuk pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Setelah 15 tahun berkiprah, Swie King merasa telah cukup dan mengundurkan diri di tahun 1988. Saat aktif sebagai pemain, Liem terkenal dengan pukulan smash andalannya, berupa jumping smash, Sebagai pemain bulu tangkis dia dapat dikatakan sebagai pemain yang serba lengkap. Dengan permainan net yang tajam dan halus, stroke-nya lengkap, smash-nya keras kerap membuat lawan-lawannya kalang kabut. Dilakukan sambil melayang, shuttlecock dipukul saat tubuh belum menyentuh tanah. Smash yang dilakukan sambil meloncat juga menjadi trade mark tersendiri dengan sebutan King Smash

Prestasi yang diraih oleh Lie Swie King:vh

Juara I Yunior se-Jawa Tengah (1972)
- Juara II PON 1973
- Juara Kejurnas 1974
- Juara Kejurnas 1975
- Juara II All England (1976 & 1977
- Juara All England 1978, 1979, 1981
- Juara Asian Games di Bangkok
- Anggota Tim Piala Thomas 1979, 1982, 1984 1986.
- Juara Ganda Putra bersama Kartono dalam Piala Alba 1984
- Juara Ganda Putra bersama Kartono dalam Piala Alba 1985

2. Rudy Hartono

Rudy Hartono Kurniawan lahir dengan nama Nio Hap Liang pada 18 Agustus 1949. Dia adalah aak ke tiga dari sembilan bersaudara. Dua kakak Rudy, Freddy Harsono dan Diana Veronica juga pemain bulutangkis walaupun masih tingkat daerah. Ayahnya melatihnya di Asosiasi Bulutangkis Oke yang juga dimilikinya. Pada saat itu, tempat latihannya adalah di gudang gerbong kereta api di PJKA Karangmejangan. Lalu Rudy pindah ke pelatnas Thomas Cup agar kemampuannya bertambah.

Penampilan yang selalu memukau dan memiliki smash mematikan membuatnya meraih gelar All Englang sebanyak 8 kali dan membawa tim Thomas Cup meraih juara pada tahun 1970, 1973, 1976, 1979. Atas prestasinya, namanya diabadikan di Guiness Book Record. Dia juga dinobatkan Pahlawan Asia (Asian Hero) oleh majalah TIME. Dia menjadi orang Indonesia kedua yang menerima peghargaan itu setelah Bung Hatta.

Apa kunci keberhasilannya? Selain selalu berlatih keras, ternyata Rudy adalah orang yag sering berdoa. Dia selalu mengucapkan syukur atas setiap poin yang diraihnya sampai pertadingan berakhir. Kebiasaannya itu ditulis dalam biografinya. "Saya melakukan itu dalam semua pertandingan besar, khususnya All England. Kita berusaha tapi tuhan yag memutuskan. Saya juga percaya kalau kita kalah memang sudah ditentukan, dan juga kalau kita menang, itu juga kehendak tuhan. Pemahaman ini akan melepaskan stress selama bertanding, mengurangi ketakutan dan kegusaran" katanya.


Daftar Pertandingan Rudy Hartono di All England:

* 1968: Menang - mengalahkan Tan Aik Huang, (Malaysia)
* 1969: Menang - mengalahkan Darmadi (Indonesia)
* 1970: Menang - mengalahkan Svend Pri (Denmark)
* 1971: Menang - mengalahkan Muljadi (Indonesia)
* 1972: Menang - mengalahkan Svend Pri (Denmark)
* 1973: Menang - mengalahkan Christian Hadinata (Indonesia)
* 1974: Menang - mengalahkan Punch Gunalan (Malaysia)
* 1975: Kalah - dikalahkan Svend Pri (Denmark)
* 1976: Menang - mengalahkan Liem Swie King (Indonesia)
* 1977: - Tidak ikut
* 1978: Kalah - dikalahkan Liem Swie King (Indonesia)

3. Lilyana Natsir

Lilyana Natsir bergabung dengan team nasional pada usia yang ke 17, sebelum ia dipanggil ke pelatnas ia bergabung di klub Tangkas Bogasari Jakarta. Perempuan yang biasa dipanggil Butet ini lahir di Manado, pada tanggal 9 September 1985 dan ia tergolong pemain yang hebat. Ia harus bermain di ganda putri dan ganda campuran. Tetapi prestasi terbanyak ia dapatkan dari ganda campuran dan ia peringkat 1 dunia bersama Nova Widianto…tetapi di ganda putri ia berada diperingkat 9 di dunia woow Ia mengharumkan Indonesia di mancanegara dalam bidang bulutangkis…Pebulutangkis wanita Lilyana Natsir menjadi dinobatkan sebagai atlet putri terbaik 2007

Inilah prestasi yang diraih oleh Lilyana Natsir bersama Vita Marissa di ganda putri maupun Nova Widianto di Ganda campuran:

Juara SINGAPORE OPEN 2004 (XD bersama Nova Widianto)
Runner-Up SWISS OPEN 2005 (XD bersama Nova Widianto)
Juara INDONESIA OPEN 2005 (XD bersama Nova Widianto)
Juara Dunia 2005 (XD bersama Nova Widianto)
Juara Asia 2006 (XD bersama Nova Widianto)
Runner Up INDONESIA OPEN 2006 (XD bersama Nova Widianto)
Juara SINGAPORE OPEN 2006 (XD bersama Nova Widianto)
Juara CHINESE TAIPEI OPEN 2006 (XD bersama Nova Widianto)
Juara KOREA OPEN 2006 (XD bersama Nova Widianto)
Runner-Up HONG KONG OPEN 2006 (XD bersama Nova Widianto)
Runner-Up OPEN JAPAN 2006 (XD bersama Nova Widianto)
Runner-Up INDONESIA SS 2007 (XD bersama Nova Widianto)
Juara China Master SS 2007 (WD bersama Vita Marissa)
Juara PHILIPPINE OPEN GP Gold 2007 (XD bersama Nova Widianto)
Juara Dunia 2007 (XD bersama Nova Widianto)
Runner-Up JAPAN SS 2007 (XD bersama Nova Widianto)
Runner-Up CHINESE TAIPEI GP Gold 2007 (WD bersama Vita Marissa)
Juara CHINA OPEN SS 2007 (XD bersama Nova Widianto)jkhjk
Juara HONG KONG SS 2007 (XD bersama Nova Widianto)
Emas Beregu Putri SEA Games 2007
Emas Ganda Putri Sea Games 2007 (WD bersama Vita Marissa)
Runner-Up All England 2008 (XD bersama Nova Widianto)
Runner-Up Kejuaraan Asia 2008 (XD bersama Nova Widianto)
Juara SIN OPEN 2008 (XD bersama Nova Widianto)
Juara INA OPEN 2008 (WD bersama Vita Marissa)

Rencananya di olimpiade London 2012 ia ingin menjadi juara di ganda putri maupun ganda campuran dan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Maka dari itu ia mempersiapkan segala sesuatu dari sekarang mulai dari latihan, kondisi fisik sampai teknik-teknik permainan.

4. Maria Kristin Yulianti

Nama pebulutangkis Maria Kristin Yulianti tiba-tiba muncul ke permukaan. Gadis kelahiran Tuban, Jawa Timur, 25 Juni 1985 itu, sejenak memukau para pencinta bulutangkis di Tanah Air. Kehadiran Maria mengobati kerinduan pencinta bulutangkis Indonesia atas prestasi sektor putri. Sebagai “The Rising Star”, Maria boleh dibilang setara dengan pendahulunya, Susi Susanti maupun Mia Audina. Walau belum mencapai tahap maksimal, Maria sudah menunjukkan penampilan terbaik di Beijing. Peraih medali emas SEA Games Thailand 2007 ini tampil tanpa beban, tetap feminin, bahkan terlalu sopan buat ukuran pemain bulutangkis.
PB PBSI tidak membebani target tertentu kepada Maria. Tampaknya, PBSI cukup tahu diri karena Maria hanya berada di peringkat 21 dunia. Namun semangat, dan kerja keras menyulap pebulutangkis berusia 23 tahun ini tampil bagaikan pemain kelas dunia

Inilah prestasi yang telah dicetak oleh Maria Kristin

2002: Malaysia Satellite (semifinal).
2003: Singapore Satellite (perempat final)
2004: Vietnam Satellite (semifinal); Malaysia Satellite (juara)
2005: Jakarta Satellite (juara); GP Selandia Baru Terbuka (semifinal); Surabaya Satellite (juara); Indonesia Terbuka (perempat final); GP Taiwan Terbuka (perempat final).
2006: Singapura Satellite (juara); Surabaya Satellite (juara), GP Luksemburg Terbuka (peringkat 11); GP Belanda Terbuka (perempat final); Runner up German Open
2007: Indonesia Terbuka (perempat final); GP Taiwan Terbuka (perempat final).
2008: GP Jerman Terbuka (perempat final); Indonesia Terbuka
(peringkat 11), semifinal olimpiade Beijing
2003: Piala Sudirman (semifinal).
2004: Piala Uber (penyisihan grup)
2007: Piala Sudirman (final)

The Queen of Three Games, inilah julukan untuk Maria Kristin. Mengapa?? Karena setiap kemenangan yang diraih oleh Maria Kristin selalu terjadi dalam tiga game, setelah kalah di game pertama, ia merebut permainan di game kedua dan ketiga. Maria masuk ke klub PB Djarum Kudus di Jawa Tengah sejak 1998, sejak umur 13 tahun.. Meski waktu itu Maria Kristin masih tergolong kecil, tetapi semangat yang besar membawa Maria menjadi satu-satunya wakil tunggal putri dari Indonesia yang lolos ke semifinal olimpiade Beijing 2008. Prestasi yang luar biasa dari seorang Maria Kristin. Kita sebagai generasi muda harus mencontoh semangat dan perjuangan Maria Kristin untuk memperoleh kesuksesan..